Beranda RILIS BERITA Diduga Oknum Kades di Parungkuda Selewengkan Dana Desa

Diduga Oknum Kades di Parungkuda Selewengkan Dana Desa

BERBAGI

Lidik Kasus,Sukabumi – Salah satu oknum kades yang ada di kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi diduga kuat menyelewengkan anggaran Dana Desa.

Hal tersebut diungkapkan salah satu warga yang enggan disebut namanya bahwa, dugaan itu didasari dengan bukti yang sangat akurat. Yaitu melalui laporan fiktif yang dilakukan oknum kades tersebut terkait anggaran pengadaan Bak Sampah yang di alokasikan dari Dana Desa tahun 2019.

“Sudah jelas ini bagian dari korupsi pak, karena realisasi anggaran Bak Sampah itu dilaporan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) ada 13 titik. Tetapi buktinya tidak ada satupun yang direalisasikan,” ketus warga saat ditemui dirumahnya. Minggu (16/08/20).

Selanjutnya kata dia, dengan adanya temuan seperti ini tentunya pihak terkait harus segera melakukan penindakan agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Saya minta ini harus segera lakukan penindakan baik itu DPMD maupun oleh Inspektirat. Walaupun nantinya dia beralasan uangnya di Silpakan tetapi harus jelas, jangan – jangan di Silpakan di kantong uangnya,” tegas dia.

Mengenai adanya aduan itu, lalu kami (Awak Media) melakukan klarifikasi terkait dugaan penyelewengan anggaran tersebut. Dan pihak desa membenarkan tidak adanya pembangunan Bak Sampah di tahun 2019.

“Bak sampah itu ada 11 unit dan memang kegiatan tersebut tidak dilaksanakan, makanya kita punya Silpa (Sisa kelebihan anggaran) tahun 2019 sebesar 36 juta” Jawab Kades Langensari, Anda Supariadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. Rabu (19/08/20).

Menurutnya, penundaan pelaksanaan pembangunan Bak Sampah tersebut juga sebetulnya atas permintaan masyarakat yaitu Para ketua RT.

“Mereka menuntut ada penarikan, karena kurang siapnya lahan warga untuk dibangun Bak Sampah, dan saya sudah menyampaikan hal ini kepada lembaga Desa yaitu BPD,” kata dia.

Lebih lanjut kades menjelaskan, sementara untuk mesin pengolah sampahnya memang sedang dalam perbaikan. Pasalnya keperuntukannya itu khusus untuk Plastik Botol saja, bukan pengolah plastik secara umum. Jadi ketika di operasikan sering macet.

“Katanya pisaunya itu berbeda dengan mesin pengolah plastik biasa makanya sering mogok, jadi terpaksa harus diganti pisaunya. Kemudian mengenai Bak Sampah, bahkan sempat ada juga warga yang meminta dibangunkan. Tetapi ketika ditantangin mau dibangun, ternyarta ada masalah di ke Rt-annya. Intinya lahannya belum ada yang siap ketika dijadikan bak sampah,” pungkas Kades.(Team LLK)